Analisis Indeks Kinerja Jaringan Irigasi Studi Kasus Daerah Irigasi di Kabupaten Solok

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Yayan Oktiawan
Darwizal Daoed
Nurhamidah Nurhamidah

Abstract

Produksi padi di Sumatera Barat pada tahun 2021 mampu mengahasilkan padi sebanyak 1,317 juta ton dengan luas area persawahan 273.392 hektar menyebar diseluruh Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat, salah satunya Kabupaten Solok yang merupakan kabupaten yang paling banyak produksi padi tiap tahunnya, pada tahun 2018 sampai 2021 produksi padi di Kabupaten Solok mengalami defisit atau menurunnya produksi padi, oleh karena itu perlu dilakukan upaya penilaian atau evaluasi sarana dan prasarana jaringan irigasi untuk persawahan, apakah turunnya produksi padi disebabkan oleh kinerja fisik jaringan irigasi yang kurang baik, penilaian indeks kinerja fisik jaringan irigasi mengacu pada peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 12/PRT/M 2015, tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, dengan melakukan evaluasi terhadap fisik jaringan irigasi serta melakukan modifikasi penilian indeks kinerja, kategori indeks kinerja terbagi menjadi 5 kategori, sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk. Hasil penilian serta evaluasi indek kinerja fisik jaringan irigasi pada 9 daerah irigasi di Kabupaten solok terdapat 4 daerah irigasi dengan inilai indeks kinerja rendah pada kategori sedang, Daerah Irigasi Batang Lembang 59,57%, Daerah Iirgasi Paneh Gadang 59,25%, Daerah Irigasi Muaro Danau 59,02% dan Daerah Irigasi Bandar Sapan Kayu Manang 47,64%, rendahnya nilai indeks kinerja fisik jaringan irigasi menjadikan 3 daerah irigasi tersebut sebagai proritas perbaikan pada fisik jaringan irigasi.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Oktiawan, Y., Daoed, D., & Nurhamidah, N. (2023). Analisis Indeks Kinerja Jaringan Irigasi Studi Kasus Daerah Irigasi di Kabupaten Solok. CIVED, 10(1), 130-139. https://doi.org/10.24036/cived.v10i1.370112