Analisis Tingkat Pelayanan terhadap Kinerja Persimpangan berdasarkan Metode HCM 2000

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Bambang Tripoli
Rahmat Djamaluddin
Meidia Refiyanni
Heri Hatta

Abstract

Meulaboh memiliki pertemuan jalan atau simpang, salah satunya Simpang Gunong Kleng tak bersinyal berada di Sta 08+000 lintas jalan nasional arah Barat - Selatan Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Rutinitas simpang di pengaruhi mahasiswa menuju ke kampus Universitas Teuku Umar dan TNI AD menuju ke Batalyon Infanteri 116/Garda Samudera (Yonif 116/GS) Alue Peunyareng, dan sebagainya. Kajian ini meneliti tentang analisis tingkat pelayanan (LoS) terhadap kinerja simpang berdasarkan metode HCM 2000. Permasalahan yang diangkat dan juga menjadi tujuan penelitian berapa besar kinerja simpang terhadap volume arus, critical gap dan follow up time, kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian dan delay serta pengaruh nilai akhir LoS. Penelitian dilaksanakan pada Simpang Gunong Kleng (tipe 324M) dengan radius setiap lengan 100 meter. Pengamatan 3 hari selama 6 jam per hari. Hasil perhitungan menunjukkan, besaran volume lalu lintas dari pergerakan V1 = 845 veh/h, V2 = 3703 veh/h, V3 = 3464 veh/h, V4 = 252 veh/h, V5 = 281 veh/h, dan V6 = 557 veh/h. Kapasitas yang terjadi, dilihat dari pergerakan 5 = 281 veh/h, 6 = 557 veh/h, 1 = 845 veh/h, dan 4 = 252 veh/h. Derajat kejenuhan, menunjukan pergerakan 5 = 0.05, 6 = 0.09, 1 = 0.10, dan 4 = 0.03. Control delay pada pergerakan 5 = 5.62 s/veh, 6 = 5.65 s/veh, 1 = 5.50 s/veh dan 4 = 5.46 s/veh. Hasil akhir dari LoS simpang tersebut dari pergerakan (1, 4, 5 dan 6), menunjukkan tingkat A.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Tripoli, B., Djamaluddin, R., Refiyanni, M., & Hatta, H. (2023). Analisis Tingkat Pelayanan terhadap Kinerja Persimpangan berdasarkan Metode HCM 2000. CIVED, 10(1), 25-36. https://doi.org/10.24036/cived.v10i1.358112